2008-07-05 | At-Tiin

Jabal Tsur


Gunung tertinggi yang terletak disekitar +/- 5 km dari kota Mekah, menjadi sangat terkenal karena di Gua yang terdapat di punjak gunung inilah Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar bersembunyi sewaktu dikejar oleh kafir Quraisy.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 622 M sewaktu Rasulullah akan hijrah ke Madinah.
Karena terus mendapat gangguan dari kaum Quraisy akhirnya Rasullulah memutuskan untuk pindah atau hijrah ke Madinah. Dari kota Madinah itulah penyebaan agama Islam diharapkan lebih mulus dilaksanakan karena mendapat dukungan kaum Ansar. Tetapi niat hijrah itupun masih dihalang halangi oleh kaum kafir Quraisy yang senantiasa berniat membunuh Nabi sehingga sewaktu hendak hijrah pun Rasulullah terpaksa bersembunyi dulu di dalam Gua di Gunung Tsur itu.

Peristiwa persembunyian Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar di Gua Tsur ini diabadikan oleh Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 40 , yang artinya :
“ Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada di dalam Gua, dia berkata kepada sahabatnya : “ Janganlah engkau berdukacita, karena Allah bersama kita, lalu Allah menurunkan ketenangan hati kepada (Muhammad) dan membatunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak oleh mu, dijadikanNya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan Agama Allah Allah menduduki tempat teratas. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Waktu orang-orang kafir sampai di pintu Gua tersebut dengan mukjizat dari Allah SWT, mereka mendapatkan gua tersebut tertutup oleh sarang laba-laba dan burung merpati sedang bertelur di lubang masuknya. Orang-orang kafir Mekah tertipu dan membatalkan niatnya memasuki Gua tersebut. Mereka berkesimpulan, tidak mungkin ada orang yang baru masuk ke dalam gua tersebut. Pengejaran dihentikan dan mereka pun kembali ke  Mekah. Padahal Nabi dan Abubakar memang sedang berada di dalam gua tersebut.
Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur selama tiga hari, selam itu pula Asma binti Abu Bakar datang berulang kali untuk menghantarkan makanan dan kebutuhan lainnya. Setelah merasa aman baru Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar meneruskan perjalanan menuju Madinah. Saat ini pemerintah Saudi melarang jamaah ynag berniat untuk menaiki jabal Tsur ini demi keselamatan mengingat terjalnya bukit batu ini yang dapat membahayakan keselamatan jamaah. Dapat anda banyangkan betapa beratnya Rasullah dan Abu Bakar menaiki bukit batu terjal ini , apalagi seorang wanita Asma binti Abu Bakar yang ketika itu sedang hamil tua.

Copyright � 2011 At-Tiin Tour
Powered by MWebCentral