2008-07-07 | At-Tiin

Persiapan Calon Haji

Pada dasarnya, melaksanakan ibadah haji adalah kewajiban umat Islam ( bagi yang mampu ). Bagi ada tanda-tanda panggilan ( niat yang kuat ) untuk menunaikan ibadah haji maka bersegeralah,
tinggalkan urusan dunia untuk sementara. Hanya saja karena biaya yang relative besar maka Allah memberikan keringanan : Ibadah haji diwajibkan hanya “ buat orang-orang yang mampu”, baik mampu secara rohani,  jasmani serta ekonomi. Sebagaimana firman Allah SWT surat Ali-Imran ayat 97 : “ Di Baitullah ini terdapat bukti-bukti sejarah yang meyakinkan, diantaranya tempat peribadatan Ibrahim, barang siapa yang masuk kesana, maka ia aman”.
Menuniakan ibadah haji berarti melaksanakan rukun islam kelima yang merupakan cita-cita semua orang beriman. Bagi yang beruntung mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, manfaatkanlah peluang itu sebaik-baiknya karena tidak semua orang dapat merainya. Dan lebih dari itu, hendaklah ia sudah menjalankan dan mengamalkan rukun-rukun Islam yang lainnya yaitu :  Bersyahadat, Sholat, Puasa, Zakat. Bukan hanya melaksanakanny, tetapi dapat mengamalkannya dengan baik dan benar.
RASULULLAH SAW telah mengingatkan agar kita kaum muslimin tidak menundah-nundah pelaksanaan haji ini. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas RA sebagai berikut :
“Bagi siapa yang ingin berhaji, hendaklah disegerahkan karena kemungkinan tertunda karena jatuh sakit, hilang kenderaan atau terhalang dengan hajat lainnya”.

Jadikan perjalanan haji ini sebagai perjalanan rohani yang sangat berharga, penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Agar perjalanan dan pengalaman spiritual ini mudah dilakukan serta dijauhkan dari kesulitan, rintangan, diperlukan persiapan yang matang dan cermat, Maka melalui artikel di website kami ini mari kita mari kita simak dan pahami betul hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah haji maupun umroh serta persiapan rohani dan jasmani.

PERSIAPAN ROHANI
Jama’ah perlu secara sadar untuk berniat melakukan persiapan rohani atau mental karena akan membersihkan diri dari segala cacat dan cela. Dengan demikian kita dapat berangkat dalam keadaan bersih dan suci. Lepas dari segala beban duniawi yang akan memberatkan pikiran selama perjalanan haji. Usahakan agar perjalanan rohani ini bisa berlangsing dengan baik dan lancer serta berharap ibadah hajinya mendapatkan ridha Allah, dan menjadi haji yang mabbur sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“ Haji yang mabrur tiada ganjarannya yang sesuai melainkan surga”( Tabrani dari Ibnu Abbas )
Dalam upaya memperoleh predikat haji mabrur itu maka kepada calon jamaah haji diharapkan dapat melakukan pematangan sikap dan tabiat – tabiat yang religius, ikhlas, sabar, tolong menolong dan uang halal, sebagaimana akan diuraikan secara ringkas di bawah ini :

IKHLAS. Menunaikan ibadah haji merupakan perintah Allah kepada setiap muslimin yang mampu. Luruskan niat, serta kobarkan semangat dengan perasaaan tulus dan ikhlas. Niatnya hanya satu bahwa pergi menunaikan ibadah haji hanya melaksanakan perintah Allah dan hanya karena Allah serta mengharapkan ridhaNya semata. Hindarkan diri dari perasaan  “ ria, ingin dipuji, takabur, sombong merasa hebat, ingin bergelar haji dan haja serta ingin di panggil pak Haji dan Bu hajah. Berserah dirilah kepada Allah dan lakukan semuanya itu dengan taqwa.

SABAR. Sifat sabar amat diperlukan dalam melaksanakan ibadah haji, Sikap ini bahkan mulai diuji begitu kita memutuskan untuk berangkat ke tanah suci.  Semua urusan memerlukan kesabaran, baik pada saat pembayaran ongkos haji, pemeriksaan kesehatan, pendaftaran, mengikuti manasik haji dsb. Di tanah suci sendiri, saat berkumpulnya jutaan jamaah dengna berbagai sifat, tabiat dan kebiasaan yang berbeda, akan ada saja perilaku yang bisa membuat jamaah marah. Mulai dari sekedar tersenggol, terdorong atau terinjak. Bersabarlah karena sabar itu penting karena taat kita kepada Allah. Bahkan antara suami dan istripun akan sering terjadi pertengkaran bila tidak diredam dengan rasa sabar.

TOLONG MENOLONG. Sering dialami suatu keadaan anda diminta untuk memberikan pertolongan kepada jamaah lainyang memang perlu ditolong. Lakukan pertolongan dengan segera. Jangan ragu-ragu karena dengan pertolongan yang diberikan maka Allah pun akan membalasnya dengan menolong anda. Percayalah bahwa orang-orang yangh banyak menolong lain dengan ikhlas, segala urusannya akan mudah dan lancer, dan ajaibnya dia akan terhindar dari berbagai kesulitan. Yang penting niat menolong dengan ikhlas, tanpa mengharapkan sesuatu kecuali ridha Allah semata.

UANG HALAL. Uang yang diperoleh untuk menunaikan ibadah haji haruslah jelas kehalalannya, tidak subhat dan tidak pula uang haram. Uang untuk ongkos naik haji bukanlah berasal dari uang hasil korupsi, hasil suap dan lain sebagainya.
Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
“Labaik Allahumma Labaik
Dia akan mendapatkan seruan dari langit ; diterima panggilanmu dan berbahagialah engkau, karena bekalmu halal dan kenderaan yang engkau pakai halal, dan hajimu diterima, tidak ditolak ( Hadits Riwayat Tabrani dari Abu Hurairah)

Dan apabila seseorang pergi haji dengan nafkah yang kotor (haram) dan meletakkan kaki diatas kenderaannya, maka ketika ia berseru “ Labaik Allahumma Labaik”
dia mendapat sambutan dari langit “ditolak panggilanmu dan celakalah engkau, karena bekalmu haram. Hajimu ditolak, tidak diterima ( Hadist Riwayat Tabrani dari Abu Hurairah)

BERSIH DAN SUCIKAN DIRI. Yang dimaksud adalah membersihkan dan mensucikan diri secara rohani, dimana hal ini dapat dilakukan dengan cara :
-    Bertaubat dan memohon ampun kepada Allah
-    Mohon maaf kepada orang tua, istri/suami, anak-anak saudara, famili, tetangga dan kerabat
-    Memperbaiki dan meningkatkan mutu sholat agar lebih khusus dan benar
-    Mengeluarkan zakat karena zakat ini termasuk unsure pembersih diri dan harta

Semua hal diatas perlu dilakukan agar pada waktu berangkat calon jamaah haji sudah berada dalam keadaan bersih dan suci. Sering kita dengar dan memang benar – benar terjadi kejadian aneh yang menimpah jamaah, ketika berada di Tanah Suci. Wuallahua’lam. Dengan membersihkan diri sebelum keberangkatan mudah-mudahan terhindar dari hukuman-hukuman Allah berupa kejadian-kejadian aneh.

MANASIK HAJI. Manasik adalah tata cara atau latihan ibadah haji menjelang keberangkatan haji . Pergi haji merupakan rangkaian ibadah yang terikat oleh waktu dan tempat disertai aturan dan larangan dan dilihat dari sifat dan aspek hukumnya, ibadah haji terdiri dari Rukun, wajib, dan Sunat, dengan pengertian sebagai berikut :

Rukun : Kalau ditinggalkan dapat membatalkan haji atau tidak sah
Wajib  : Kalau ditinggalkan wajib ditebus dengan membayar Dam
Sunat  : Kalau dilaksanakan akan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa

BELAJAR BERDO’A. di Tanah suci banyak – banyaklah berdo’a dan banyak tempat-tempat mustajab untuk memanjatkan doa’ . Pelajari do’a sebagaimana Rasulullah ajarkan atau doa’ – doa yang ada didalam Al-Qur’an, hafalkan dan lebih menghayati makna doa tsb. Sehingga kita dapat berdoa dengan khusuk dan tawadu’ di hadapan Allah SWT, intinya doa adalah ingin mendapatkan kejahteraan di dunia dan di akhirat.

SEJARAH ISLAM. Selain untuk beribadah haji, tujuan ke Tanah suci sudah pasti untuk ziarah ke tempat-tempat yang bersejarah di sekitar Mekah dan Madinah. Dengan mengetahui riwayat dari tempat-tempat bersejarah tersebut sebelumnya maka pada saat berziarah ke tempat tsb akan dapat lebih memahami dan memaknai tempat-tempat yang kita kunjungi.

BERESKAN HUTANG PIUTANG. Sebelum berangkat selesaikan dulu segala hutang piutang. Hutang dapat mengganggu ketenangan dalam menunaikan ibadah haji. Beritahu kepada keluarga yang ditinggalkan kalau ada sangkutan hutang sehingga kalau terjadi apa-apa terhadap diri kita mereka yang ditinggalkan dapat menyelesaikannya.

BEKAL UNTUK KELUARGA. Apabila jamaah berstatus kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga maka tanggung jawabnya terhadap orang yang ditinggalkan di tanah air tetap harus dipenuhi. Oleh karena itu sebelum berangkat jamaah harus meninggalkan bekal buat buat mereka, yang jumlahnya mencukupi untuk kehidupan dan keperluan mereka selama jamaah berada di Tanah Suci.

BELAJAR SHOLAT JENAZAH.  Pada musim haji, baik di Masjdil Haram, Mekah maupun Masjid Nabawi, Madinah  hampir setiap sholat wajib diiringi dengan sholat janazah. Mungkin karena suhu udaranya yang sangat panas dan terkadang terlalu dingin, dipicu kondisi jamaah yang lemah maka hamper setiap sholat selalu saja ada permintaan untuk sholat janazah bagi jamaah haji yang meninggal dunia di dua kota suci tersebut. Oleh karena itu bagi jamaah yang belum mengetahuinya atau belum hafal bacaannya dianjurkan untuk mempelajari serta menghafalkannya sebelum berangkat ke Tanah Suci


PERSIAPAN JASMANI
Disamping kesiapan Rohani, juga dibutuhkan kesiapan Jasmani karena ibadah haji ini merupakan perpaduan rangkaian ibadah Rohani dan Jasmani. Maka disiapkanlah fisik anda sebelum berangkat agar tahan terhadap kondisi alam yang sangat berbeda sekali dengan kondisi alam di tanah air.
Pada musim panas, temperature di Saudi Arabia bisa mencapai 50 derajat Celsius, panasnya menyengat mengakibatkan jamaah banyak meninggal dunia karena Heat Stroke, yaitu penyakit yang timbul akibat kekurangan cairan dalam tubuh. Sedangkan musim dingin temperature bisa turun sampai 10 derajat Celsius disertai angina kering yang dingin menusuk tulang.
Sementara itu tanah suci akan semakin padat di setiap musim haji karena jumlah orang yang menunaikan ibadah haji dari seluruh dunia meningkat setiap tahun, sedangkan tempatnya terbatas. Dan karena ibadah haji banyak dilakukan secara fisik, maka ketangguhan fisik agar lebih tahan dan tegar baik terhadap penyakit maupun sengatan udara. Kegiatan haji yang dilakukan secara fisik antara lain Tawaf, Sa’I, dan melontar. Ketiga prosesi ini harus dikerjakan dengan berjalan kaki. Begitu juga untuk pergi ke Masjid, ke pasar dan lainya biasanya dilakukan dengan berjalan kaki, oleh karena itu fisik harus dipersiapkan agar tetap sehat, kuat, dan selalu kondisi prima.  
Cara-cara mempersiapkan tubuh agar tetap sehat antara lain :

1. General Check Up
    Memerikakan tubuh kita ke Laboratorium guna mengetahui secara jelas dan lengkap , dan mengetahui juga  penyakit yang mungkin ada tapi tidak dirasakan, sehingga dokter dapat mengambil tindakan prepentif lebih dini.

2. Senam & Aerobik
    Lakukan senam secara teratur agar kondisi jantung baik dan fisik siap menjalankan prosesi ibadah haji seperti Tawaf, Said an Melontar

3. Berjalan di panas Matahari
    Ini dilakukan untuk melatih diri agar terbiasa dengan sengatan matahari, sehingga calon jamaag terbiasa dengan panas teriknya matahari.

4. Konsultasi ke dokter
    Minta nasehat dokter tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan bila kita menderita penyakit tertentu

Artikel Terkini | Seputar Haji Umrah

Copyright � 2008 At-Tiin Tour
Powered by MWebCentral